Living In The Memory My School
Sebentar lagi masa SMA ku akan berakhir,tak terasa sudah hampir 3 tahun aku berguru di sekolah ini. Begitu banyak kenangan manis dan pahit yang kurasakan di sini, . Banyak cerita yang tertulis dalam lembar hari hariku di SMA 11. Mulai dari cerita cinta yang picisan , persahabatan, pelajaran sekolah, konflik dengan diri sendiri,dengan orang lain dan masih banyak lagi cerita yang tak pernah mudah untuk dilupakan. Terlalu indah kenangan yang telah terukir. Semua tampak indah, meskipun tak selalu ku jalani masa belajarku dengan mudah. Tak sedikit kesulitan yang kuhadapi tiap harinya.Tak sedikit pula pilu dan air mata yang ku korbankan.Kadang aku merasa benci dengan sekolah ini. Bukan, aku bukan benci dengan sekolah ini. Aku hanya benci dengan caraku beradaptasi dengan sekolah ini, karena aku tahu sekolah hanyalah sebuah media untukku berkembang dan berkarya. Namun, ada beberapa hal yang membuatku kecewa. Hampir setiap pagi aku selalu terlambat datang ke sekolah, dan, setiap itu pula,aku merasa malu,takut dan menyesal.. Tak sedikit guru yang yang memarahiku. Kadang aku sangsi dengan mereka, karena mereka tidak tahu bahwa rute perjalananku ke sekolah sangat panjang. Mungkin akan sangat berlebihan jika aku mengatakan bahwa aku berangkat dari pukul 05.45 tapi itulah kenyataannya. Aku berangkat dengan menggunakan bus jalur 15 karena pada waktu itu aku dan orangtuaku hanya tahu bus itu saja yang menjadi aksesku ke SMA 11 Yogyakarta. Rutenya sangat panjang jika aku naik dari jalan Mentrisupeno.Bayangkan saja jika mengendarai motor hanya melewati kota, tapi dengan bus 15 aku harus memutar mengitari batas kota Jogja, melewati Gamping , Jalan Godean , padahal jelas jelas tempat tinggalku di Jogja bagian selatan.Karena hal itulah aku sering terlambat dan di cap sebagai murid yabg pemalas oleh sebagian guru. Tapi, kini aku sudah jarang terlambat , karena aku mengendarai kendaraan pribadi ke Sekolah. Mungkin aku tak hanya terlambat , kadang aku juga sering membolos sekolah. Ya, bolos sekolah. Aku sendiri pun tak menyangka aku melakukan penyimpangan seperti itu. Kadang aku merasa aneh dan asing dengan sekolah dimana tempatku belajar. Aku benci tatapan mereka saat melihatku dan kernyitan dahi mereka yang membuat ketidaknyamananku disini. Aku membenci mereka seperti membenci diriku sendiri yang membiarkan mereka bersikap seperti itu terhadapku. Mungkin aku bukanlah manusia yang sempurna tak mempunyai cacat. Tapi aku tahu, aku harus berusaha untuk menutupi kecacatanku tersebut. Meskipun tak semudah bayanganku. Kadang aku menyerah dan putus asa,tapi aku tetap berusaha untuk bertahan. Dan nyatanya sampai saat hari ini aku masih tercatat sebagai siswa di sekolahku hingga waktu kelulusanku tiba. Semua ini berkat dukungan sahabat yang selalu membuatku tersenyum dan tegar serta doa orangtuaku yang selalu menyertaiku disetiap langkahku.
Sebentar lagi masa SMA ku akan berakhir,tak terasa sudah hampir 3 tahun aku berguru di sekolah ini. Begitu banyak kenangan manis dan pahit yang kurasakan di sini, . Banyak cerita yang tertulis dalam lembar hari hariku di SMA 11. Mulai dari cerita cinta yang picisan , persahabatan, pelajaran sekolah, konflik dengan diri sendiri,dengan orang lain dan masih banyak lagi cerita yang tak pernah mudah untuk dilupakan. Terlalu indah kenangan yang telah terukir. Semua tampak indah, meskipun tak selalu ku jalani masa belajarku dengan mudah. Tak sedikit kesulitan yang kuhadapi tiap harinya.Tak sedikit pula pilu dan air mata yang ku korbankan.Kadang aku merasa benci dengan sekolah ini. Bukan, aku bukan benci dengan sekolah ini. Aku hanya benci dengan caraku beradaptasi dengan sekolah ini, karena aku tahu sekolah hanyalah sebuah media untukku berkembang dan berkarya. Namun, ada beberapa hal yang membuatku kecewa. Hampir setiap pagi aku selalu terlambat datang ke sekolah, dan, setiap itu pula,aku merasa malu,takut dan menyesal.. Tak sedikit guru yang yang memarahiku. Kadang aku sangsi dengan mereka, karena mereka tidak tahu bahwa rute perjalananku ke sekolah sangat panjang. Mungkin akan sangat berlebihan jika aku mengatakan bahwa aku berangkat dari pukul 05.45 tapi itulah kenyataannya. Aku berangkat dengan menggunakan bus jalur 15 karena pada waktu itu aku dan orangtuaku hanya tahu bus itu saja yang menjadi aksesku ke SMA 11 Yogyakarta. Rutenya sangat panjang jika aku naik dari jalan Mentrisupeno.Bayangkan saja jika mengendarai motor hanya melewati kota, tapi dengan bus 15 aku harus memutar mengitari batas kota Jogja, melewati Gamping , Jalan Godean , padahal jelas jelas tempat tinggalku di Jogja bagian selatan.Karena hal itulah aku sering terlambat dan di cap sebagai murid yabg pemalas oleh sebagian guru. Tapi, kini aku sudah jarang terlambat , karena aku mengendarai kendaraan pribadi ke Sekolah. Mungkin aku tak hanya terlambat , kadang aku juga sering membolos sekolah. Ya, bolos sekolah. Aku sendiri pun tak menyangka aku melakukan penyimpangan seperti itu. Kadang aku merasa aneh dan asing dengan sekolah dimana tempatku belajar. Aku benci tatapan mereka saat melihatku dan kernyitan dahi mereka yang membuat ketidaknyamananku disini. Aku membenci mereka seperti membenci diriku sendiri yang membiarkan mereka bersikap seperti itu terhadapku. Mungkin aku bukanlah manusia yang sempurna tak mempunyai cacat. Tapi aku tahu, aku harus berusaha untuk menutupi kecacatanku tersebut. Meskipun tak semudah bayanganku. Kadang aku menyerah dan putus asa,tapi aku tetap berusaha untuk bertahan. Dan nyatanya sampai saat hari ini aku masih tercatat sebagai siswa di sekolahku hingga waktu kelulusanku tiba. Semua ini berkat dukungan sahabat yang selalu membuatku tersenyum dan tegar serta doa orangtuaku yang selalu menyertaiku disetiap langkahku.
Komentar
Posting Komentar