My Peace Maker
Kepada malam aku bercerita, pada langit ku lukiskan dan pada bintang ku titipkan, tentang sebuah kerinduan, kerinduan akan hadirmu disini bersamaku menemani keluh kesahku. Sudah lama tak ku sentuh kertas buram yang kerap kita baca dikala malam menjelang pagi. Kau selalu menatap kertas itu, meskipun aku mencoba mengganggunya dengan celotehku yang membisingkanmu. Tetap saja berfokus pada hal yang menyita perhatianmu itu. Aku jengkel lalu aku diam dan ikut menatap kertas buram lainnya serta berlaku sepertimu. Namun, aku menyukai hal itu, entah mengapa disaat kita saling terdiam, berkutat pada pikiran masing-masing akan isu pada kertas itu ada sebuah rasa yang belum kutemukan istilah yang tepat untuk menggambarkannya. Rasa hikmat, tenang, nyaman dan puas menjadi sebuah paket rasa yang indah. Setelah kau selesai kau lipat dan kau tata kertas itu, sambil menungguku selesai membaca, kau menanggapi celotehku yang tadi. Kau tertawa, tersenyum dan menyuruhku berisirahat lalu mengakhirinya denga...